Dusun Sadap Menuju Dusun
Mandiri Berbasis Kearifan Lokal
(Prolog Pengembangan Dusun
dan Desa)
Dusun Sadap merupakan salah satu dusun yang berada di desa Perlang kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah yang memiliki panorama alam mempesona dikelilingi bukit-bukit yang menghijau , terkesan sejuk dan
memiliki udara segar. Masyarakat
dusun Sadap hidup dengan
kesahajaannnya dan berusaha searif mungkin dalam memanfaatkan sumber daya alam
yang ada. Beberapa bagian dusun terlihat sisa-sisa kemakmuran zaman ke-emasan
timah, pasir putih mengelilingi kubahan-kubahan air sisa pengerukan timah atau tambang Inkonvensional (TI) dan hasil
reboisasi dalam usaha pengembalian keselarasan alam. Kubahan-kubahan air tersebut membentuk danau-danau kecil atau “kulong-kulong” buatan
yang indah dan harmonis jika dipadukan dengan jajaran bukit-bukit kecil
yang ada disekelilingnya.
Penghasilan sebagian besar masyarakat masih
dalam bidang Pertanian dan
sebagian kecil berupa Penambang Timah .
Penambang Timah memang masih menjadi
“ pilihan instan” masyarakat
dalam memperolah pendapatan, benarkah
ini merupakan altentatif terakhir dalam memperjuangkan penghasilan ?. Indah
dari sisi kondisi pemandangan alam sekarang, entah untuk lima atau sepuluh tahun mendatang
?. Masihkah kita menemukan dusun Sadap
seperti sekarang atau bahkan semakin tergerus oleh keberadaan
tambang – tambang timah ?
Sayang kalau sampai terkontaminasi
oleh keinginan-keinginan sesaat yang
tidak memikirkan kebutuhan masa depan. Konsep pengembangan perdesaan berbasisi
kearifal lokal dan alam menjadi pemikiran yang tetap harus diperjuangkan mulai
dari sekarang, kalau tidak sekarang kapan lagi
?
 |
Pemandangan Dusun Sadap Desa Perlang Berlatar Belakang Perbukitan Menambah Kesahajaan
|
Dusun sederhana ini memiliki saran air berupa sumber mata air dari
perbukitan yang mengalir terus
menerus melalui pipanisasi dan tak
pernah kering sepanjang tahun. Seluruh masyarakat dusun bisa mendapatkan
sarana air bersih dan bergotong royong dalam pemeliharaannya berupa iuran perbulan. Demikian juga dengan
kebutuhan listrik dusun dapat dipenuhi
dengan memanfaatkan sumber air yang ada berupa Pembangkit Listrik Tenaga Micro
Hidro (PLTMH). Suatu kebijakan pembangunan berbasisi kearifan lokal.
 |
Air
Perbukitan Yang Dibendung Kemudian
Disalurkan Melalui Pipa Untuk
Dialirkan ke Dusun Sadap Desa
Perlang
|
 |
Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Di
Dusun Sadap Desa Perlang
|
Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan untuk TA 2013 di dusun Sadap selain kegiatan Simpan Pinjam Perempuan (SPP)
juga berupa kegiatan pembangunan satu
unit TPA berukuran 7m x 18m dilengkapi mebelair, WC dan tempat wudlu dengan total biaya sebesar Rp. 238.293.000,-. Dari total biaya ini , Rp.
226.378.000 untuk fisik TPA, Rp.
7.149.000,- untuk operasional TPK
dan Rp.4.766.000,- untuk operasional UPK.
 |
Suasana
Belajar di Gedung TPA Lama Dusun Sadap Desa Perlang Kecamatan Lubik
Besar Kabupaten Bangka Tengah
|
Kegiatan belajar diawali pada tahun 1998 dengan dua jenis pendidikan yaitu
TKA dan TPA , masih menggunakan sarana prasarana masjid. Kemudian secara swadaya, gotong
royong dan bertahap masyarakat membangun
sarana gedung sederhana 2 lokal dan sejak 2009 murid TKA dan TPA pindah
ke bangunan milik masyarakat tersebut.
Memang bagunan lama tersebut sampai sekarang masih berfungsi walaupun kondisinya sudah semakin
memprihatinkan baik fisik maupun sarana
pembelajaran seperti meja, kursi, papan tulis, lemari dan lain-lain. Jumlah
murid TKA dan TPA sekarang mencapai 82 orang dan kalau diperhitungkan dengan
ketersedian lokal belajar maka kondisi ini masih perlu penambahan lokal. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat dusun
Sadap mencoba penambahan lokal belajar
melalui kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan dan tahun 2013 bisa terdanai.
 |
Pembangunan Gedung TPA Dari Dana BLM PNPM MPd TA
2013
Di Dusun Sadap Desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah
|
Masyarakat, murid dan para pendidk
TPA sangat berterima kasih dengan adanya bangunan TPA dari
dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Perdesaan , walaupun
masih dalam proses penyelesaian. Diharapkan dengan keberadaan gedung yang baru
akan menambah motifasi belajar, jumlah murid semakin banyak dan terjadi
peningkatan prestasi.
“Dusun Sadap dengan
kesahajaan berbasis kearifan lokal” semoga dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi
dusun yang memiliki Visi dan Misi sesuai
potensi kadaerahan dusun tersebut. Kejelian masyarakat dan pemerintah daerah
dalam pengembangan dusun ini kedepan
akan sangat membantu terwujudnya “Masyarakat
Madani” yang menjadi harapan seluruh
masyarakat dusun Sadap.
(Faskab PNPM MPd Bateng, Nopember 2013)