Selasa, 25 Maret 2014


PELATIHAN MENJAHIT

Meningkatkan  Peran  Ibu Rumah Tangga Dalam Menunjang Perekonomian Keluarga

 

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan  (PNPM MPd)  mendapat dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tambahan dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) kabupaten Bangka Tengah  TA 2013 sebesar Rp. 1.000.000.000,-  untuk kegiatan Peningkatan Kapasitas Hidup (PKH) /life skill  dengan harapan masyarakat akan mampu lebih mandiri ,memiliki keterampilan dan terjadi peningkatan kesejahteraan.

Desa Lampur merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Sungai  Selan kabupaten Bangka Tengah mendapat aliran dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tambahan  APBD TA 2013 berupa kegiatan Pelatihan Menjahit. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 6 (enam) minggu dimulai dari tanggal 20 Desember 2013   dan selesai 24 Januari 2014 bertempat di rumah  ibu Sukarni yang merupakan salah satu Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD),   Jl. Pelita RT 6  desa Lampur . Selama pelatihan selalu didampingi oleh  pelatih dan 1 (satu) orang  asisten pelatih.



Para Peserta   Tekun Mengikuti  Pelatihan Dan  Sedang Membuat Pola Pakaian
 

Total dana untuk kegiatan pelatihan ini  berjumlah Rp. 68.466.000,- dengan rincian  untuk kegiatan Rp. 65.043.500,- , operasional Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Rp. 1.369.000,- dan operasional Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Rp. 2.053.500,-.  Pelatihan dengan pola 72 jam  diikuti  peserta  dari berbagai tingkat usia  sebanyak   11 (sebelas)  orang  dan diharapkan dana sebesar ini  mampu memberi nilai tambah bagi  peningkatan peran ibu rumah tangga dalam menunjang perekonomian keluarga.



Mesin Jahit Besar Yang Bisa Dipergunakan Untuk Berbagai Jahitan Dan Pemasangan Acessoris Pakaian


Paket  sarana  pelatihan  yang disiapkan dengan pemanfaatan dana yang ada  berupa mesin jahit  11 (sebelas)  unit , mesin  jahit besar 1 (satu)  unit , mesin obras 1 (satu) unit ,  bahan kain 11 (sebelas) paket   dan ATK peserta. Seluruh perlengkapan yang disiapkan, nantinya akan menjadi inventaris desa agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lain yang membutuhkanya. Kalaupun peserta ingin memanfaatkan mesin tersebut maka yang bersangkutan harus meminjam dari desa sehingga akan lebih tertib dan teratur dalam pengelolaannya.

Selama pelaksanaan kegiatan pelatihan menjahit dari awal sampai akhir, para peserta dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin  dan sangat aktif . Hal ini dapat dibuktikan dengan  capaian target yang mereka hasilkan jahitan per individu berupa  kemeja laki-laki 1 (satu) buah, baju atasan perempuan 1 (satu) buah , dress 1 (satu) buah, celana panjang  1 (satu) buah dan baju anak-anak 1 (satu) buah. Antusias para peserta  terlihat dari komitmen mereka dalam menyelesaikan tugas bahkan baik siang maupun malam hari yang terkadang sampai jam 11 malam .  Hal ini mendapat apresiasi dari para  pelatih karena semua tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. 



Mesin Obras Pakaian


Selama pelaksanaan kegiatan pelatihan menjahit dari awal sampai akhir, para peserta dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin  dan sangat aktif . Hal ini dapat dibuktikan dengan  capaian target yang mereka hasilkan jahitan per individu berupa  kemeja laki-laki 1 (satu) buah, baju atasan perempuan 1 (satu) buah , dress 1 (satu) buah, celana panjang  1 (satu) buah dan baju anak-anak 1 (satu) buah. Antusias para peserta  terlihat dari komitmen mereka dalam menyelesaikan tugas bahkan baik siang maupun malam hari yang terkadang sampai jam 11 malam .  Hal ini mendapat apresiasi dari para  pelatih karena semua tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. 



Hasil Pelatihan Menjahit  Berupa Beberapa Set Pakaian Baik Untuk Anak-Anak Maupun Orang Dewasa



 
(Akhir Maret  2014, Faskab. Bateng)