PELATIHAN MENJAHIT
Meningkatkan
Peran Ibu Rumah Tangga Dalam
Menunjang Perekonomian Keluarga
Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd)
mendapat dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tambahan dari alokasi
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) kabupaten Bangka Tengah TA 2013 sebesar Rp. 1.000.000.000,- untuk kegiatan Peningkatan Kapasitas Hidup
(PKH) /life skill dengan harapan masyarakat akan mampu
lebih mandiri ,memiliki keterampilan dan terjadi peningkatan kesejahteraan.
Desa
Lampur merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Sungai Selan kabupaten Bangka Tengah mendapat aliran
dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tambahan
APBD TA 2013 berupa kegiatan Pelatihan Menjahit. Pelaksanaan kegiatan
ini dilaksanakan selama 6 (enam) minggu dimulai dari tanggal 20 Desember 2013 dan selesai 24 Januari 2014 bertempat di rumah
ibu Sukarni yang merupakan salah satu
Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD),
Jl. Pelita RT 6 desa Lampur . Selama pelatihan selalu
didampingi oleh pelatih dan 1 (satu)
orang asisten pelatih.
 |
Para Peserta Tekun Mengikuti Pelatihan Dan
Sedang Membuat Pola Pakaian
Total
dana untuk kegiatan pelatihan ini
berjumlah Rp. 68.466.000,- dengan rincian untuk kegiatan Rp. 65.043.500,- , operasional
Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Rp. 1.369.000,- dan operasional Tim Pelaksana
Kegiatan (TPK) Rp. 2.053.500,-. Pelatihan dengan pola 72 jam diikuti
peserta dari berbagai tingkat
usia sebanyak 11 (sebelas)
orang dan diharapkan dana sebesar
ini mampu memberi nilai tambah bagi peningkatan peran ibu rumah tangga dalam
menunjang perekonomian keluarga.
 |
Mesin Jahit Besar Yang Bisa Dipergunakan Untuk Berbagai Jahitan Dan Pemasangan Acessoris Pakaian
|
Paket sarana pelatihan yang disiapkan dengan pemanfaatan dana yang
ada berupa mesin jahit 11 (sebelas) unit , mesin
jahit besar 1 (satu) unit , mesin
obras 1 (satu) unit , bahan kain 11 (sebelas)
paket dan ATK peserta. Seluruh
perlengkapan yang disiapkan, nantinya akan menjadi inventaris desa agar bisa
dimanfaatkan oleh masyarakat lain yang membutuhkanya. Kalaupun peserta ingin
memanfaatkan mesin tersebut maka yang bersangkutan harus meminjam dari desa
sehingga akan lebih tertib dan teratur dalam pengelolaannya.
Selama
pelaksanaan kegiatan pelatihan menjahit dari awal sampai akhir, para peserta
dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin
dan sangat aktif . Hal ini dapat dibuktikan dengan capaian target yang mereka hasilkan jahitan
per individu berupa kemeja laki-laki 1
(satu) buah, baju atasan perempuan 1 (satu) buah , dress 1 (satu) buah, celana
panjang 1 (satu) buah dan baju anak-anak
1 (satu) buah. Antusias para peserta
terlihat dari komitmen mereka dalam menyelesaikan tugas bahkan baik
siang maupun malam hari yang terkadang sampai jam 11 malam . Hal ini mendapat apresiasi dari para pelatih karena semua tugas yang diberikan
dapat diselesaikan dengan baik.
 |
Mesin Obras Pakaian
|
Selama
pelaksanaan kegiatan pelatihan menjahit dari awal sampai akhir, para peserta
dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin
dan sangat aktif . Hal ini dapat dibuktikan dengan capaian target yang mereka hasilkan jahitan
per individu berupa kemeja laki-laki 1
(satu) buah, baju atasan perempuan 1 (satu) buah , dress 1 (satu) buah, celana
panjang 1 (satu) buah dan baju anak-anak
1 (satu) buah. Antusias para peserta
terlihat dari komitmen mereka dalam menyelesaikan tugas bahkan baik
siang maupun malam hari yang terkadang sampai jam 11 malam . Hal ini mendapat apresiasi dari para pelatih karena semua tugas yang diberikan
dapat diselesaikan dengan baik.
 |
Hasil Pelatihan Menjahit Berupa Beberapa Set Pakaian Baik Untuk Anak-Anak Maupun Orang Dewasa
|
(Akhir Maret 2014, Faskab. Bateng)
|