Senin, 30 Juni 2014

Pelatihan BPD Bangka Tengah

Pelatihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  
Kabupaten Bangka Tengah


Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri Perdesaan  (PNPM MPd) bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) kabupaten Bangka Tengah melalui Dana Operasional Kegiatan (DOK)  PNPM Integrasi melaksanakan kegiatan Pelatihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai strategi dalam upaya peningkatan kapasitas anggota BPD se kabupaten Bangka Tengah. Kemampuan anggota BPD dalam mengawal dan mengawasi pembangunan  diharapkan dari tahun ketahun akan mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan dan pengetahuan masyarakat mengenai  ilmu pengetahuan dan teknologi.  Masyarakat akan merasa  terdampingi  bila managemen pengelolaan kelembagaan BPD  dilakukan secara objektif, mengayomi dan tranparan.  Perilaku-perilaku positif harus tetap terjaga dalam usaha peningkatan peran dan fungsi BPD secara optimal.

Pelaksanaan Pelatihan BPD  se Kabupaten  Bangka Tengah dilakukan selama satu hari efektif  pada tanggal 18 Pebruari 2014 bertempat di Aula Pertemuan BPMPD kabupaten Bangka Tengah. Hadir dan sekaligus membuka acara pelatihan adalah bapak Drs. Julhasnan sebagai staf ahli  Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM  kabupaten Bangka Tengah. Pada   kesempatan  pembukaan pelatihan bapak Julhasnan menyampaikan beberapa hal tentang peran BPD dalam  pembangunan di desa, antara lain peran sebagai legislatif desa, aspirasi masyarakat  dan peran kontrol pembangunan. Diharapkan BPD dapat bekerjasama dengan Pemerintah Desa sehingga  mekanisme pembangunan di desa akan berjalan secara optimal. 


Peserta berasal dari unsur BPD  seluruh desa di kabupaten Bangka Tengah , dimana satu desa mengirimkan 2 – 3 anggota sehingga total peserta yang  hadir mencapai 120 orang. Kegiatan yang dilakukan mampu memberi makna kebersamaan dan penekanan tentang pentingnya etika dalam koordinasi dan kelembagaan.
Berbagai  materi yang  disampaikan menjadi bahan bagi anggota BPD  dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing. Materi yang disampaikan antara lain : 
   a.  Fungsi , Tugas dan Tanggung Jawab Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
   b.  Mekanisme Pembentukan Peraturan Desa (Perdes) 
   c.  Rancangan Peraturan Desa Tentang Rencana Pembangunan Jangka                     Menengah Desa (RPJM Des) 
   d.  Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Des) dan Anggaran Pembangunan 
        dan Belanja Desa (APB Des) 
   e.  Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban  Kepala Desa (LKPJ Kades)  dan 
        Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD).  
Peserta  terlihat cukup semangat mengikuti kegiatan ini sehingga  suasana dan proses pelatihan   lebih hidup serta hasil yang diharapkan dapat tercapai. 


Diharapkan melalui pelatihan ini, kapasitas dan kesiapan  anggota BPD  akan  mampu menampung  dan  menyalurkan  aspirasi  masyarakat,  membahas  dan  menyepakati  Rancangan  Peraturan Desa dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa  yang akhirnya bermuara pada  peningkatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat  desa.  

Terima kasih rekan-rekan penyelenggara , panitia pelaksana, peserta, narasumber  dan semua pihak yang telah membantu dengan sukarela demi kelancaran pelaksanaan Pelatihan Badan Permusyawaratan Desa  (BPD) se  Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan ini terselenggara dengan baik  tanpa hambatan yang berarti. Kedepan semoga lebih teliti, terencana dan  lebih sukses lagi.  

     
 (Medio Pebruari 2014, Faskab. Bateng)

Sabtu, 31 Mei 2014

Bersama Menuju Kemandirian


     

BERSAMAAN MENUJU KEMANDIRIAN

         

Kecamatan Sungai Selan bergabung dengan program pada tahun 2007 yang mana program ini masih bernama PPK sampai sekarang bernama PNPM-MPd . Disaat Partisipasi mayarakat  mulai menunjukkan angka penurunan disetiap alur kegiatan,  melihat kurangnya kepedulian pelaku di tingkat desa dalam merespon  kegiatan baik di tingkat desa maupun tingkat kecamatan.

  Sebagai bentuk Kepedulian kami terhadap program kami mulai dengan hal hal kecil yang nantinya bisa menjadi hal yang lebih besar, Salah satu kepedulian kami adalah menumbuhkan rasa memiliki dan bergotong royong,  yang kami mulai dengan pelaku pelaku di tingkat desa dan kecamatan melakukan gotong royong untuk memperbaiki keadaan sekertariat atau posko kami yang tidak layak ditempati dan dijadikan tempat yang layak  untuk menuangkan aspirasi masyarakat, dan berkoordinasi.
 

               
 Rencana yang kami rencanakan akhirnya, kami laksanakan dengan sedikit biaya  yang digunakan untuk pembelian bahan , alat, dan konsumsi, kami keluarkan secara suka rela mulai dari fk, ft dan upk juga dari kawan kawan pelaku ditingkat desa. Kegiatan gotong royong memperbaiki kantor kami mulai dari pukul 10.00 yang mana rencana awalnya pukul 09.00 WIB.
Dalam pelaksanaannya kami bagi dalam tiga grup. Grup yang pertama yang dibawahi oleh sekertaris dan bendahara UPK bertugas membereskan arsip dan membersihkan ruangan, grup yang kedua bertugas membersihkan dan mengecat dinding luar dan dalam, grup ketiga membuat jalan akses menuju kantor berupa plat ducker, dengan gotong royong membuat plat ducker. kawan kawan pelaku  bisa langsung mempelajari dan memeraktekkan bagaimana cara membuat begistink, pembesian, dan membuat beton dengan baik dan benar. Pelaksanaan gotong royong kami laksanakan sampai pukul 15.30 dan pekerjaan yang dapat kami selesaikan.dan akan kami lakukan sekali dalam sebulan.

                Dari bergotong royong dilingkup kecil ini diharapkan kawan kawan di tingkat desa  bisa melaksanakan kegiatan ditingkat lebih besar yaitu tingkat desa bahkan kecamatan. Dari gotong royong itu bisa kita ambil nilai kebersamaan dan nilai nilai yang terdapat dalam gotong royong. Semoga apa yang kita laksanakan hari ini bisa membawa dampak baik bagi program maupun masyarakat umumnya.


                                                                                   

Rabu, 30 April 2014

CERDAS BERSAMA PNPM MANDIRI PERDESAAN


CERDAS BERSAMA PNPM   

MANDIRI PERDESAAN

 

PNPM merupakan Proses pemberdayaan masyarakat yang dipilih menjadi suatu alternatif bagi terciptanya perubahan – perubahan yang dimungkinkan timbul dan berkembang dari nilai–nilai kesadaran dari masyarakat dan lingkungan. Proses pemberdayaan membutuhkan waktu yang lama, berjenjang dan berkesinambungan, namun diyakini efektif sebagai satu metodologi pencapaian perubahan secara konfrehensif, terarah dan tepat sasaran. Masyarakat dituntun dan dibiasakan  untuk ikut serta dalam setiap proses kegiatan yang ada hubungannya dengan pembangunan desa. Partisipasi masyarakat disetiap lapisan mulai ditingkatkan seiring semakin meningkatnya  kebutuhan masyarakat baik itu berupa pembangunan fisik, peningkatan kapasitas masyarakat, bantuan penambahan modal usaha dan berbagai macam kebutuhan lainnya.
 
PNPM merangkul setiap lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam proses pembangunan tersebut, dimulai dari petani, nelayan, buruh harian, Unsur Pemerintah desa, yang tinggal di desa induk bahkan sampai ke pelosok desa. Unsur yang paling penting yang selalu diangkat oleh PNPM adalah suara pembangunan yang diusulkan dari kelompok perempuan, yang mungkin selama ini tidak pernah diikutsertakan dalam musyawarah pembangunan desa.
 
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan keikutsertaan masyarakat di Dusun Bukit Panjang Desa Jelutung Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. Dusun Bukit Panjang terletak di bagian Barat Laut dari Desa Jelutung dengan jarak kurang lebih 5 KM dari desa induk. Penduduk dusun Bukit Panjang ini sebagian besar adalah pendatang dari Madura Jawa Timur, tetapi memang sudah menetap lama di Dusun ini. Pada saat pelaksanaan Musyawarah Dusun tepatnya tanggal 21 November 2012, salah satu warga yaitu Ustazd Marju’in mengusulkan pembangunan Gedung TPA, dengan alasan bahwa kegiatan belajar mengajar TPA di dusun ini sudah berlangsung kurang lebih 10 tahun, dan proses belajar mengajarnya dilaksanakan di Musholla, dengan jumlah santri kurang lebih sebanyak 68 orang dengan tenaga pengajar 3 0rang.
 

Musholla yang digunakan untuk kegiatan Belajar Mengajar Santri sebelum TPA dibangun oleh  PNPM MPd
 


Selain untuk kegiatan TPA, di dusun ini juga ada Sekolah Diniyah yaitu pendidikan tentang pembelajaran Kitab Kuning ( Arab Gundul ). Seiring berlangsungnya proses perencanaan kegiatan PNPM MPd di desa Jelutung, usulan ini kembali di ajukan di Musyawarah Desa Khusus Perempuan yang dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2013, dan ditetapkan sebagai Prioritas Usulan hasil dari MDKP tersebut dan kemudian disahkan kembali di Musyawarah Desa Perencanaan pada tanggal 29 Januari 2013.
 
 
 
Para murid TPA berfoto bersama guru dan pembina PNPM MPd kecamatan Namang
Proses penyusunan proposal dan verifikasi berlansung dari tanggal tanggal 30 Januari 2013 sampai 15 Februari 2013, sampai akhirnya usulan tersebut mendapatkan Prioritas kelima di MAD Prioritas usulan tanggal 18 Februari 2013. Usulan TPA ini ditetapkan di MAD Penetapan Usulan dengan volume 6 X 18 M dengan alokasi dana fisik sebesar Rp.266.946.400,-
Tim Pengelola Kegiatan di desa Jelutung adalah Rusmanti ( Ketua TPK ), Sarferi ( Bendahara TPK ) dan Dina ( Sekretaris TPK ).
 

Proses pembangunan TPA ini berlangsung selama 4 bulan dengan 4 kali tahapan pencairan. Antusias dan partisipasi warga dusun Bukit panjang sangat tinggi terhadap pembangunan TPA ini, hal ini dibuktikan dengan jumlah partisipasi warga dalam setiap pelaksanaan musyawarah dan juga berperan langsung dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan  dan akhirnya pembangunan TPA  tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

 
Gedung TPA yang sudah selesai dibangun dengan menggunakan dana BLM PNPM MPd TA 2013
 
Salah satu sarana penunjang gedung TPA di dusun Bukit Panjang berupa sumur gali dari BLM PNPM MPd TA 2013
 
Pada saat pelaksanaan Musyawarah Desa Serah Terima warga Dusun Bukit Panjang menggelar acara Nganggung,  laki – laki dan perempuan bersama-sama membawa makanan didalam Dulang yang ditutupi dengan Tudung Saji.
Bentuk antusias warga dalam menyambut pelaksanaan  Musyawarah Desa Serah Terima  dengan acara “Nganggung” yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2013.
Para santri menggelar acara Rebana Musik Khas Melayu dalam merayakan suksesnya pembangunan TPA di Dusun Bukit Panjang
 
 
 
                                                                                                           (Akhir Desember 2013, Isdianti  FK Kec. Namang)
 




 





Selasa, 25 Maret 2014


PELATIHAN MENJAHIT

Meningkatkan  Peran  Ibu Rumah Tangga Dalam Menunjang Perekonomian Keluarga

 

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan  (PNPM MPd)  mendapat dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tambahan dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) kabupaten Bangka Tengah  TA 2013 sebesar Rp. 1.000.000.000,-  untuk kegiatan Peningkatan Kapasitas Hidup (PKH) /life skill  dengan harapan masyarakat akan mampu lebih mandiri ,memiliki keterampilan dan terjadi peningkatan kesejahteraan.

Desa Lampur merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Sungai  Selan kabupaten Bangka Tengah mendapat aliran dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tambahan  APBD TA 2013 berupa kegiatan Pelatihan Menjahit. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 6 (enam) minggu dimulai dari tanggal 20 Desember 2013   dan selesai 24 Januari 2014 bertempat di rumah  ibu Sukarni yang merupakan salah satu Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD),   Jl. Pelita RT 6  desa Lampur . Selama pelatihan selalu didampingi oleh  pelatih dan 1 (satu) orang  asisten pelatih.



Para Peserta   Tekun Mengikuti  Pelatihan Dan  Sedang Membuat Pola Pakaian
 

Total dana untuk kegiatan pelatihan ini  berjumlah Rp. 68.466.000,- dengan rincian  untuk kegiatan Rp. 65.043.500,- , operasional Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Rp. 1.369.000,- dan operasional Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Rp. 2.053.500,-.  Pelatihan dengan pola 72 jam  diikuti  peserta  dari berbagai tingkat usia  sebanyak   11 (sebelas)  orang  dan diharapkan dana sebesar ini  mampu memberi nilai tambah bagi  peningkatan peran ibu rumah tangga dalam menunjang perekonomian keluarga.



Mesin Jahit Besar Yang Bisa Dipergunakan Untuk Berbagai Jahitan Dan Pemasangan Acessoris Pakaian


Paket  sarana  pelatihan  yang disiapkan dengan pemanfaatan dana yang ada  berupa mesin jahit  11 (sebelas)  unit , mesin  jahit besar 1 (satu)  unit , mesin obras 1 (satu) unit ,  bahan kain 11 (sebelas) paket   dan ATK peserta. Seluruh perlengkapan yang disiapkan, nantinya akan menjadi inventaris desa agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lain yang membutuhkanya. Kalaupun peserta ingin memanfaatkan mesin tersebut maka yang bersangkutan harus meminjam dari desa sehingga akan lebih tertib dan teratur dalam pengelolaannya.

Selama pelaksanaan kegiatan pelatihan menjahit dari awal sampai akhir, para peserta dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin  dan sangat aktif . Hal ini dapat dibuktikan dengan  capaian target yang mereka hasilkan jahitan per individu berupa  kemeja laki-laki 1 (satu) buah, baju atasan perempuan 1 (satu) buah , dress 1 (satu) buah, celana panjang  1 (satu) buah dan baju anak-anak 1 (satu) buah. Antusias para peserta  terlihat dari komitmen mereka dalam menyelesaikan tugas bahkan baik siang maupun malam hari yang terkadang sampai jam 11 malam .  Hal ini mendapat apresiasi dari para  pelatih karena semua tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. 



Mesin Obras Pakaian


Selama pelaksanaan kegiatan pelatihan menjahit dari awal sampai akhir, para peserta dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin  dan sangat aktif . Hal ini dapat dibuktikan dengan  capaian target yang mereka hasilkan jahitan per individu berupa  kemeja laki-laki 1 (satu) buah, baju atasan perempuan 1 (satu) buah , dress 1 (satu) buah, celana panjang  1 (satu) buah dan baju anak-anak 1 (satu) buah. Antusias para peserta  terlihat dari komitmen mereka dalam menyelesaikan tugas bahkan baik siang maupun malam hari yang terkadang sampai jam 11 malam .  Hal ini mendapat apresiasi dari para  pelatih karena semua tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. 



Hasil Pelatihan Menjahit  Berupa Beberapa Set Pakaian Baik Untuk Anak-Anak Maupun Orang Dewasa



 
(Akhir Maret  2014, Faskab. Bateng)
 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Jumat, 28 Februari 2014

UPK Koba Gelar Pelatihan Gabungan BKAD, BP UPK dan UPK


UPK KOBA GELAR PELATIHAN GABUNGAN BKAD, BP UPK DAN UPK

      Pelaku-pelaku PNPM MPd Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, merupakan bagian dari pelaku kelembagaan  yang memiliki peranan yang amat penting dalam menjalankan dan menggerakkan roda program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Koba.

       Kelembagaan tersebut meliputi Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Badan Pengawas – Unit Pengelola Kegiatan (BP UPK) dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK)  Mitra Sejati.  Untuk meningkatkan peran BKAD, BP UPK dan UPK maka  dilaksanakan  kegiatan  Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi pengurus BKAD, BP UPK dan UPK dari tanggal 21 – 23 Pebruari 2014 di Novilla Boutique Hotel Sungailiat kabupaten Bangka.

Pelatihan Gabungan tersebut jelas Ketua UPK Mitra Sejati Koba, Djunaedy, menghadirkan Rizal Mansyur (Fasilitator Kabupaten Pemberdayaan) dan Romulo Marpaung ( Fasilitator Kabupaten Keuangan) PNPM MPd. Kabupaten Bangka Tengah sebagai narasumber. Kedua Faskab tersebut memberikan aspirasi dan spirit baru bagi para pengurus yang tergabung dalam tiga lembaga tersebut. ” Melalui Pelatihan Gabungan ini, narasumber diharapkan  mampu memberikan kontribusi dalam menambah pemahaman, perubahan sikap dan keterampilan bagi pelaku PNPM-MPd di tingkat kecamatan ini,” harap Djunaedy.
Pelaksanaan Pelatihan Gabungan BKAD, BP UPK dan UPK Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah
 
Kegiatan Pelatihan lanjut Djunaedy, didanai dari sisa Dana Operasional Kegiatan (DOK) T.A. 2013. Sebagai pengurus UPK, dengan Pelatihan Gabungan ini mampu memberikan suasana yang sangat menyejukkan bagi para pelaku di tingkat Kecamatan Koba ini.  Selain itu, dapat juga memotivasi semua pelaku di tingkat kecamatan untuk terus  berjuang dan berbuat, sehingga tujuan luhur dari program ini dapat berjalan  maksimal. ”Sehingga nilai-nilai pemberdayaan dapat terus ditingkatkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat miskin sebagai sasaran utama PNPM MPd. yang sudah dilaksanakan sejak 2007 di Kecamatan Koba, ” papar Djunaedy.

Peserta Pelatihan Gabungan
Berdiri Dari Kiri : Bayu, Asnawi, Mudarmin dan Djunaedy
Duduk Dari Kiri : Ina, Winda, Wenny, Armada dan Euis


 Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini membahas materi tentang Penataan dan Penguatan Kelembagaan, Pengembangan BKAD, Pemetaan  UPK dan Penilaian Kesehatan UPK, Pemeriksaan Keuangan Sederhana, Praktik Pemeriksaan Keuangan Sederhana, dan Safeguard PNPM-MPd.
Pada kesempatan tersebut , kedua  narasumber juga memberikan apresiasi dan kesalutan PNPM-MPd Koba dan kepada peserta yang telah dapat melakukan pelatihan di tempat yang sangat representatif . ” Semoga hal positif dapat dibangun dari kebersamaan ini seperti tema pelatihan gabungan ini yakni  Spirit Kebersamaan Menuju Kemandirian,” ungkap Djunaedy.
 
Dari hasil Pelatihan Gabungan BKAD, BP UPK dan UPK diharapkan terbangun spirit teamwork (semangat tim kerja) antarlembaga. Kedepan tantangan dan hambatan yang dialami para pelaku PNPM-MPd Kecamatan Koba dapat terselesaikan dengan  baik dan menguntungkan semua pihak.        
 
 


Sabtu, 22 Februari 2014

Bantuan Sosial PNPM Mandiri Perdesaan Bangka Tengah


Bantuan Sosial  PNPM Mandiri Perdesaan
Bentuk Kepedulian Terhadap Rumah Tangga Miskin  (RTM) 
Dari  Oleh dan Untuk Masyarakat
 



Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan  (PNPM MPd) Kabupaten Bangka Tengah  sudah dilaksanakan  sejak tahun 2007 dimana  seluruh kegiatan dilakukan  masyarakat  mulai dari perencanaan, pelaksanaan , pengawasan  maupun  pemeliharaan  karena  dengan  demikian  diharapkan  akan terjadi  tranfer pengetahuan dan  proses pemberdayaan masyarakat .
Dalam upaya peningkatan kapasitas yang merupakan salah satu  tujuan PNPM  Mandiri Perdesaan, masyarakat  diharapkan akan  merasa memiliki apa yang telah mereka perjuangkan sejak dari dusun  atau kelompok-kelompok  sampai kegiatan yang mereka usulkan itu terdanai. Sadar atau tidak sadar  masyarakat  akan termotifasi, terinovasi, ada nilai-nilai pemberdayaan terjadi , makin mandiri dan  lebih mampu melihat masalah dan potensi desa masing-masing.  
 



Penyerahan Bantuan Sosial Mansyarakat  Dari Surplus TA 2013  Oleh Kepala Bappeda, Camat dan Koramil  Pada Saat Musrenbang Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah
 
Dari segi  kelembagaan, peran kelembagaan  sebagai wadah , organisasi dan  memiliki kekuatan  sosial  memberi andil yang sangat besar dalam bagaimana  menjalankan  organisasi masyarakat ini. Bagaimana aturan dan berbagai kesepakatan dibuat guna menjaga sistem pembangunan partisipatif  dapat dirasakan secara adil dan memberi peningkatan peran serta masyarakat. Disinilah perlu pengaturan berbagai hal, baik secara keprograman maupun kemasyarakatan, khususnya bagaimana program PNPM Mandiri Perdesaan  mampu memberi manfaat  sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

                    Perwakilan Desa Penerima Bantuan Sosial Masyarakat Dari Alokasi Surplus                                      di Kecamatan Koba  Kabupaten Bangka Tengah  PNPM Mandiri Perdesaan TA 2013
Spirit kesejahteraan masyarakat  dan kepedulian sosial  didalam PNPM Mandiri Perdesaan yang selama ini sudah coba kita bangun  dan sebagian kecil kita tuangkan dalam peran  kelembagaan  Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) yang didalamnya  termasuk Unit Pengelola Kegiatan (UPK)  sebagai  unit  “social profit”.  Peran kelembagaan BKAD dan unit-unit yang lain diwajibkan untuk  mempertanggungjawabkan  keuangan yang dikelola  setiap tahun dan mengalokasikan dana dari surplus tahunan  dalam bentuk Bantuan Sosial ke masyarakat (minimal 15%) yang dituangkan dalam AD/ART BKAD.    
 
  
Pembagian Bantuan Sosial yang dilaksanakan pada Tahun 2014 ini merupakan hasil perhitungan surplus pada tahun 2013. Dari 6 (enam) kecamatan yang melaksanakan PNPM Mandiri Perdesaan  dengan modal awal yang bervariasi, beberapa kecamatan pada tahun ini membagikan surplus yang mereka peroleh. Besar alokasi  surplus  untuk  Bantuan Sosial perkecamatan adalah sbb :
 
 
DATA BANTUAN SOSIAL  KECAMATAN  DI  KABUPATEN  BANGKA TENGAH TAHUN 2013

No

Kecamatan

Besar Bantuan Sosial  (Rp)

1

Namang

---

2

Lubuk Besar

9.653.000

3

Simpang Katis

---

4

Koba

23.351.000

5

Pangkalan Baru

---

6

Sungai Selan

---
Pembagian surplus untuk bantuan sosial  mengajarkan nilai-nilai dan  spirit  kepedulian  terhadap  masyarakat dan   pemberdayaan  yang terjadi di masyarakat.   Bagimana masyarakat berjuang bersama-sama, membangun  bersama-sama , mengatur diri mereka dan setelah mendapatkan  hasil,   mereka  bagi secara adil dan proposional.

Penyerahan Bantuan Sosial Masyarakat Dari Hasil Surplus Tahun 2013  UPK Kecamatan Koba Kepada Salah Satu Penerima Manfaat  (RTM) Merupakan Wujud Dari Kepedulian Sosial
  Beberapa  UPK kecamatan yang tidak memiliki surplus  umumnya disebabkan  karena  besarnya tunggakan sehingga menyebabkan Resiko Cadangan  yang harus diperhitungkan  semakin besar dan tidak mampu ditutupi dari pendapatan dalam tahun berjalan.
Selamat untuk kecamatan yang  tahun ini sudah menghasilkan surplus  dan merealisasikan bantuan sosial masyarakat,  semoga tahun-tahun kedepan tetap mampu mempertahankan dan meningkatkannya serta  bagi kecamatan yang  belum dapat mengalokasikan surplus untuk  bisa meningkatan peran serta  kinerja masing-masing. 
Tetap “ Bangga Membangun Desa”.
 
(Medio Pebruari 2014,  Faskab . Bangka Tengah)