Rabu, 30 Juli 2014
Senin, 30 Juni 2014
Pelatihan BPD Bangka Tengah
Pelatihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Kabupaten Bangka Tengah
Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan (PNPM MPd) bekerjasama dengan
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) kabupaten Bangka
Tengah melalui Dana Operasional Kegiatan (DOK) PNPM Integrasi melaksanakan kegiatan Pelatihan
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai strategi dalam upaya peningkatan kapasitas
anggota BPD se kabupaten Bangka Tengah. Kemampuan anggota BPD dalam mengawal
dan mengawasi pembangunan diharapkan
dari tahun ketahun akan mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan dan
pengetahuan masyarakat mengenai ilmu
pengetahuan dan teknologi. Masyarakat
akan merasa terdampingi bila managemen pengelolaan kelembagaan
BPD dilakukan secara objektif, mengayomi
dan tranparan. Perilaku-perilaku positif
harus tetap terjaga dalam usaha peningkatan peran dan fungsi BPD secara
optimal.
Pelaksanaan
Pelatihan BPD se Kabupaten Bangka Tengah dilakukan selama satu hari
efektif pada tanggal 18 Pebruari 2014
bertempat di Aula Pertemuan BPMPD kabupaten Bangka Tengah. Hadir dan sekaligus
membuka acara pelatihan adalah bapak Drs. Julhasnan sebagai staf ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM kabupaten Bangka Tengah. Pada kesempatan
pembukaan pelatihan bapak Julhasnan menyampaikan beberapa hal tentang
peran BPD dalam pembangunan di desa,
antara lain peran sebagai legislatif desa, aspirasi masyarakat dan peran kontrol pembangunan. Diharapkan BPD
dapat bekerjasama dengan Pemerintah Desa sehingga mekanisme pembangunan di desa akan berjalan
secara optimal.
Peserta
berasal dari unsur BPD seluruh desa di
kabupaten Bangka Tengah , dimana satu desa mengirimkan 2 – 3 anggota sehingga
total peserta yang hadir mencapai 120
orang. Kegiatan yang dilakukan mampu memberi makna kebersamaan dan penekanan tentang
pentingnya etika dalam koordinasi dan kelembagaan.
Berbagai materi yang
disampaikan menjadi bahan bagi anggota BPD dalam pelaksanaan tugas dan fungsi
masing-masing. Materi yang disampaikan antara lain :
a. Fungsi , Tugas dan
Tanggung Jawab Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
b. Mekanisme Pembentukan Peraturan
Desa (Perdes)
c. Rancangan Peraturan Desa Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Desa (RPJM Des)
d. Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Des) dan Anggaran Pembangunan
dan Belanja Desa (APB Des)
e. Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Kepala Desa (LKPJ Kades) dan
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
(LPPD).
Peserta terlihat cukup semangat mengikuti kegiatan ini
sehingga suasana dan proses pelatihan lebih hidup serta hasil yang diharapkan dapat
tercapai.
Diharapkan melalui pelatihan ini, kapasitas dan kesiapan anggota BPD akan
mampu menampung dan menyalurkan
aspirasi masyarakat, membahas dan
menyepakati Rancangan Peraturan Desa dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa yang akhirnya bermuara pada peningkatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat
desa.
Terima
kasih rekan-rekan penyelenggara , panitia pelaksana, peserta, narasumber dan semua pihak yang telah membantu dengan
sukarela demi kelancaran pelaksanaan Pelatihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan ini
terselenggara dengan baik tanpa hambatan
yang berarti. Kedepan semoga lebih teliti, terencana dan lebih sukses lagi.
(Medio Pebruari 2014, Faskab. Bateng)
Sabtu, 31 Mei 2014
Bersama Menuju Kemandirian
BERSAMAAN MENUJU
KEMANDIRIAN
Kecamatan Sungai Selan bergabung dengan program pada tahun 2007 yang mana program ini masih bernama PPK sampai sekarang bernama PNPM-MPd . Disaat Partisipasi mayarakat mulai menunjukkan angka penurunan disetiap alur kegiatan, melihat kurangnya kepedulian pelaku di tingkat desa dalam merespon kegiatan baik di tingkat desa maupun tingkat kecamatan.
Sebagai bentuk Kepedulian kami terhadap
program kami mulai dengan hal hal kecil yang nantinya bisa menjadi hal yang
lebih besar, Salah satu kepedulian kami adalah menumbuhkan rasa memiliki dan
bergotong royong, yang kami mulai dengan
pelaku pelaku di tingkat desa dan kecamatan melakukan gotong royong untuk
memperbaiki keadaan sekertariat atau posko kami yang tidak layak ditempati dan
dijadikan tempat yang layak untuk menuangkan
aspirasi masyarakat, dan
berkoordinasi.
Rencana yang kami rencanakan akhirnya, kami laksanakan dengan sedikit biaya yang digunakan untuk pembelian bahan , alat, dan konsumsi, kami keluarkan secara suka rela mulai dari fk, ft dan upk juga dari kawan kawan pelaku ditingkat desa. Kegiatan gotong royong memperbaiki kantor kami mulai dari pukul 10.00 yang mana rencana awalnya pukul 09.00 WIB.
Dalam pelaksanaannya kami bagi dalam tiga grup. Grup yang pertama yang dibawahi oleh sekertaris dan bendahara UPK bertugas membereskan arsip dan membersihkan ruangan, grup yang kedua bertugas membersihkan dan mengecat dinding luar dan dalam, grup ketiga membuat jalan akses menuju kantor berupa plat ducker, dengan gotong royong membuat plat ducker. kawan kawan pelaku bisa langsung mempelajari dan memeraktekkan bagaimana cara membuat begistink, pembesian, dan membuat beton dengan baik dan benar. Pelaksanaan gotong royong kami laksanakan sampai pukul 15.30 dan pekerjaan yang dapat kami selesaikan.dan akan kami lakukan sekali dalam sebulan.
Dari bergotong royong dilingkup kecil ini diharapkan kawan kawan di tingkat desa bisa melaksanakan kegiatan ditingkat lebih besar yaitu tingkat desa bahkan kecamatan. Dari gotong royong itu bisa kita ambil nilai kebersamaan dan nilai nilai yang terdapat dalam gotong royong. Semoga apa yang kita laksanakan hari ini bisa membawa dampak baik bagi program maupun masyarakat umumnya.

Rabu, 30 April 2014
CERDAS BERSAMA PNPM MANDIRI PERDESAAN
CERDAS BERSAMA PNPM
MANDIRI PERDESAAN
PNPM merupakan Proses
pemberdayaan masyarakat yang dipilih menjadi suatu alternatif bagi terciptanya
perubahan – perubahan yang dimungkinkan timbul dan berkembang dari nilai–nilai
kesadaran dari masyarakat dan lingkungan. Proses pemberdayaan membutuhkan waktu
yang lama, berjenjang dan berkesinambungan, namun diyakini efektif sebagai satu
metodologi pencapaian perubahan secara konfrehensif, terarah dan tepat sasaran.
Masyarakat dituntun dan dibiasakan untuk
ikut serta dalam setiap proses kegiatan yang ada hubungannya dengan pembangunan
desa. Partisipasi masyarakat disetiap lapisan mulai ditingkatkan seiring
semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat baik itu berupa
pembangunan fisik, peningkatan kapasitas masyarakat, bantuan penambahan modal
usaha dan berbagai macam kebutuhan lainnya.
PNPM merangkul setiap lapisan
masyarakat untuk berperan aktif dalam proses pembangunan tersebut, dimulai dari
petani, nelayan, buruh harian, Unsur Pemerintah desa, yang tinggal di desa
induk bahkan sampai ke pelosok desa. Unsur yang paling penting yang selalu
diangkat oleh PNPM adalah suara pembangunan yang diusulkan dari kelompok
perempuan, yang mungkin selama ini tidak pernah diikutsertakan dalam musyawarah
pembangunan desa.
Pada kesempatan ini saya akan
menyampaikan keikutsertaan masyarakat di Dusun Bukit Panjang Desa Jelutung
Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. Dusun Bukit Panjang terletak di
bagian Barat Laut dari Desa Jelutung dengan jarak kurang lebih 5 KM dari desa
induk. Penduduk dusun Bukit Panjang ini sebagian besar adalah pendatang dari
Madura Jawa Timur, tetapi memang sudah menetap lama di Dusun ini. Pada saat
pelaksanaan Musyawarah Dusun tepatnya tanggal 21 November 2012, salah satu
warga yaitu Ustazd Marju’in mengusulkan pembangunan Gedung TPA, dengan alasan
bahwa kegiatan belajar mengajar TPA di dusun ini sudah berlangsung kurang lebih
10 tahun, dan proses belajar mengajarnya dilaksanakan di Musholla, dengan
jumlah santri kurang lebih sebanyak 68 orang dengan tenaga pengajar 3 0rang.
|
Musholla yang digunakan
untuk kegiatan Belajar Mengajar Santri sebelum TPA dibangun oleh PNPM MPd
|
Selain untuk kegiatan TPA, di
dusun ini juga ada Sekolah Diniyah yaitu pendidikan tentang pembelajaran Kitab
Kuning ( Arab Gundul ). Seiring berlangsungnya proses perencanaan kegiatan PNPM
MPd di desa Jelutung, usulan ini kembali di ajukan di Musyawarah Desa Khusus
Perempuan yang dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2013, dan ditetapkan
sebagai Prioritas Usulan hasil dari MDKP tersebut dan kemudian disahkan kembali
di Musyawarah Desa Perencanaan pada tanggal 29 Januari 2013.
|
Para murid TPA berfoto bersama guru dan pembina
PNPM MPd kecamatan Namang
|
Proses penyusunan proposal dan
verifikasi berlansung dari tanggal tanggal 30 Januari 2013 sampai 15 Februari
2013, sampai akhirnya usulan tersebut mendapatkan Prioritas kelima di MAD
Prioritas usulan tanggal 18 Februari 2013. Usulan TPA ini ditetapkan di MAD
Penetapan Usulan dengan volume 6 X 18 M dengan alokasi dana fisik sebesar Rp.266.946.400,-
Tim Pengelola Kegiatan di desa
Jelutung adalah Rusmanti ( Ketua TPK ), Sarferi ( Bendahara TPK ) dan Dina (
Sekretaris TPK ).
Proses
pembangunan TPA ini berlangsung selama 4 bulan dengan 4 kali tahapan pencairan.
Antusias dan partisipasi warga dusun Bukit panjang sangat tinggi terhadap
pembangunan TPA ini, hal ini dibuktikan dengan jumlah partisipasi warga dalam
setiap pelaksanaan musyawarah dan juga berperan langsung dalam mengawasi
pelaksanaan pembangunan dan akhirnya
pembangunan TPA tersebut dapat
diselesaikan dengan baik.
|
Gedung TPA yang sudah selesai dibangun dengan
menggunakan dana BLM PNPM MPd TA 2013
|
|
Salah satu sarana penunjang gedung TPA di dusun
Bukit Panjang berupa sumur gali dari BLM PNPM MPd TA 2013
|
|
Bentuk
antusias warga dalam menyambut pelaksanaan
Musyawarah Desa Serah Terima dengan acara
“Nganggung” yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2013.
|
|
Para
santri menggelar acara Rebana Musik Khas Melayu dalam merayakan suksesnya
pembangunan TPA di Dusun Bukit Panjang
|
Selasa, 25 Maret 2014
PELATIHAN MENJAHIT
Meningkatkan
Peran Ibu Rumah Tangga Dalam
Menunjang Perekonomian Keluarga
Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd)
mendapat dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tambahan dari alokasi
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) kabupaten Bangka Tengah TA 2013 sebesar Rp. 1.000.000.000,- untuk kegiatan Peningkatan Kapasitas Hidup
(PKH) /life skill dengan harapan masyarakat akan mampu
lebih mandiri ,memiliki keterampilan dan terjadi peningkatan kesejahteraan.
Desa
Lampur merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Sungai Selan kabupaten Bangka Tengah mendapat aliran
dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tambahan
APBD TA 2013 berupa kegiatan Pelatihan Menjahit. Pelaksanaan kegiatan
ini dilaksanakan selama 6 (enam) minggu dimulai dari tanggal 20 Desember 2013 dan selesai 24 Januari 2014 bertempat di rumah
ibu Sukarni yang merupakan salah satu
Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD),
Jl. Pelita RT 6 desa Lampur . Selama pelatihan selalu
didampingi oleh pelatih dan 1 (satu)
orang asisten pelatih.
Jumat, 28 Februari 2014
UPK Koba Gelar Pelatihan Gabungan BKAD, BP UPK dan UPK
UPK KOBA GELAR PELATIHAN
GABUNGAN BKAD, BP UPK DAN UPK
Pelaku-pelaku PNPM MPd Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, merupakan bagian dari pelaku kelembagaan yang memiliki peranan yang amat penting dalam
menjalankan dan menggerakkan roda program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan
Koba.
Kelembagaan tersebut meliputi Badan Kerjasama
Antar Desa (BKAD), Badan Pengawas – Unit Pengelola Kegiatan (BP UPK) dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Mitra Sejati. Untuk
meningkatkan peran BKAD, BP UPK dan UPK maka dilaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan
Kapasitas bagi pengurus BKAD, BP UPK dan UPK dari tanggal 21 – 23 Pebruari 2014 di Novilla Boutique Hotel Sungailiat kabupaten Bangka.
Pelatihan Gabungan tersebut jelas Ketua UPK Mitra
Sejati Koba, Djunaedy, menghadirkan Rizal Mansyur (Fasilitator Kabupaten Pemberdayaan)
dan Romulo Marpaung ( Fasilitator Kabupaten Keuangan) PNPM MPd. Kabupaten
Bangka Tengah sebagai narasumber. Kedua Faskab tersebut memberikan aspirasi dan
spirit baru bagi para pengurus yang tergabung dalam tiga lembaga tersebut. ”
Melalui Pelatihan Gabungan ini, narasumber diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menambah
pemahaman, perubahan sikap dan keterampilan bagi pelaku PNPM-MPd di tingkat
kecamatan ini,” harap Djunaedy.
| Pelaksanaan Pelatihan Gabungan BKAD, BP UPK dan UPK Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah |
Kegiatan
Pelatihan lanjut Djunaedy, didanai dari sisa Dana Operasional Kegiatan (DOK) T.A.
2013. Sebagai pengurus UPK,
dengan Pelatihan Gabungan ini mampu memberikan suasana yang sangat menyejukkan
bagi para pelaku di tingkat Kecamatan Koba ini.
Selain itu, dapat juga memotivasi semua pelaku di tingkat kecamatan
untuk terus berjuang dan berbuat, sehingga
tujuan luhur dari program ini dapat berjalan
maksimal. ”Sehingga nilai-nilai pemberdayaan dapat terus ditingkatkan demi
peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat miskin sebagai
sasaran utama PNPM MPd. yang sudah dilaksanakan sejak 2007 di Kecamatan Koba, ”
papar Djunaedy.
| Peserta Pelatihan Gabungan Berdiri Dari Kiri : Bayu, Asnawi, Mudarmin dan Djunaedy Duduk Dari Kiri : Ina, Winda, Wenny, Armada dan Euis
Pelatihan yang berlangsung
selama dua hari ini membahas materi tentang Penataan dan Penguatan Kelembagaan,
Pengembangan BKAD, Pemetaan UPK dan Penilaian
Kesehatan UPK, Pemeriksaan Keuangan Sederhana, Praktik Pemeriksaan Keuangan
Sederhana, dan Safeguard PNPM-MPd.
Pada kesempatan
tersebut , kedua narasumber juga
memberikan apresiasi dan kesalutan PNPM-MPd Koba dan kepada peserta yang
telah dapat melakukan pelatihan di tempat yang sangat representatif . ”
Semoga hal positif dapat dibangun dari kebersamaan ini seperti tema pelatihan
gabungan ini yakni Spirit Kebersamaan
Menuju Kemandirian,” ungkap Djunaedy.
|
Rabu, 26 Februari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)








